obyek wisata

Gua Selarong, Markas Gerilya Pangeran Diponegoro

Posted on April 18, 2008. Filed under: obyek wisata | Tags: , , , |

Kawasan objek wisata ini memiliki pemandangan alam yang indah serta cocok untuk digunakan sebagai Bumi Perkemahan (Camping Ground). Di masa lampau gua ini digunakan sebagai markas gerilya Pangeran
Diponegoro dalam perjuangannya melawan penjajahan Belanda pada tahun 1825–1830.

Pangeran Diponegoro pindah ke Gua Selarong setelah rumahnya di Tegalrejo diserang dan dibakar habis oleh Belanda. Gua Selarong berlokasi sekitar 14 km arah utara Yogyakarta tepatnya di kecamatan Pajangan dan berada di puncak bukit yang ditumbuhi banyak pohon jambu biji yang merupakan khas dari objek tersebut. (more…)

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Sendang Kasihan, Petilasan Sunan Kalijaga

Posted on April 18, 2008. Filed under: obyek wisata | Tags: , , , |

Lokasi Sendang Kasihan secara administratif terletak di Dusun Kasihan, Kalurahan Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY. Tepatnya berada sekitar 1,5 km di sebelah barat pabrik gula Madukismo. Lokasi ini dapat dijangkau dari perempatan Kasihan (ring road selatan) lurus ke selatan kurang lebih 1 kilometeran.

Sendang Kasihan ini memiliki keistimewaan karena airnya tidak pernah kering. Mata air yang muncul dari dalam tanah pun bening. Sendang ini bila diamati dari timur akan tampak gambaran keseluruhannya seperti pohon beringin. Akan tetapi jika diamati dari arah barat maka akan tampak gambaran seperti sebentuk kendi. (more…)

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Panggung Krapyak, Tempat Berburu Raja-Raja Yogyakarta

Posted on April 18, 2008. Filed under: obyek wisata | Tags: , , , |

Terletak di Krapyak, Panggungharjo, Sewon. Bahan bangunan yang digunakan batu bata berplester, dengan u kuran panjang 17,60 m, lebar 15 m, tinggi 10 m. Bangunan Panggung Krapyak mempunyai 4 (empat), bauh pintu pada masing-masing sisinya.

Didalam ruangan tersebut terdapat dinding tembok yang membentuk ruangan-ruangan . Bangunan ini terdiri dari dua tingkat. Untuk menuju tingkat atas terdapat lubang untuk memasang tangga disisi ruang barat laut (tangga tersebut sekarang sudah hilang). Kondisi bangunannya cukup terawal. Di sebelah timur panggung Krapyak terdapat sebuah kolam yang sering disebut dengan umbul. Kondisi bangunannya sudah rusak karena tidak terawat , terbuat dari bata yang dilepas. Panggung Krapyak merupakan lokasi perburuan bagi raja – raja Kasultanan.

Sumber

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Museum Wayang Kekayon

Posted on April 18, 2008. Filed under: obyek wisata | Tags: , , , |

Prof Dr dr KPH Soejono Prawirohadikusumo, SpS,SpKj(K) selaku pendiri dan ketua yayasan museum, beliau mendapatkan inspirasi untuk mendirikan Museum Wayang di Yogyakarta pada saat beliau menyaksikan museum-museum di Belanda sekitar tahun 1967.

Pada waktu itu beliau sedang menempuh pendidikan S2 di Belanda. Sepulangnya dari Belanda, kerabat Puro Pakualaman ini mulai mengumpulkan wayang sedikit demi sedikit dan membangun Museum Wayang hingga selesai pada tahun 1987 yang ditandai dengan Surya Sengkala “Kekayon Siyaga Angesti Wiyata”. Museum itu diresmikan oleh Gubernur DIY pada waktu itu K.G.P.A.A. Paku Alam VIII pada tanggal 5 Januari 1991. Kurang lebih 90% koleksi Museum Wayang merupakan koleksi pribadi, selebihnya merupakan hibah dan titipan dari para pecinta seni pewayangan. (more…)

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Situs Surocolo, Gua Petilasan Masa Hindu

Posted on April 18, 2008. Filed under: obyek wisata | Tags: , , , |

Terletak di dusun, Poyahan, Seloharjo Pundong , Bantul. Di situs ini terdapat sendang Surocolo dan tiga buah gua yaitu Gua Surocolo, Gua Tawas, dan Gua Penek. Di sekitar situs ditemukan pula arca Mahakala, Jaladwara, batu-batu candi dan batu- batu Prasasti. Gua Surocolo merupakan peninggalan masa Hindu yang berlanjut sampai masa Islam. Tinggalan masa Hindu yang dapat diketahui dengan ditemukannya arca-arca di sekitar situs.

Pada tahun 1976 telah ditemukan area perunggu yang sekarang di kantor BP3 Yogyakarta. Pada masa Islam gua ini digunakan sebagai tempat istirahat Sunan Amangkurat Mas dari kejaran tentara Belanda. Ruangan Gua kosong berukuran (2 x 2,5 m) . Dahulu di tempat ini terdapat prasasti batu yang telah di bawa ke museum Jakarta Prasati tersebut berisi Kronogram yang berbunyi: Krtining pannembah winayang hing ratu – 1624. Di depan gua Surocolo terdapat sebuah prasasti dari batu andesit berukuran 51 x 24,5 x 12 cm. (more…)

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Situs Bawong, Petilasan Sultan Agung

Posted on April 18, 2008. Filed under: obyek wisata | Tags: , , , |

Petilasan ini terdapat di dusun Bawong I , dan Bawong II , Desa Trimulyo, Kec Jetis, Kab, Bantul. Di petilasan ini terdapat beberapa tempat maupun benda yang dikeramatkan.

Batu Panah, berbentuk batu padas yang digores dengan benda tajam selebar 10 cm , dan panjangnya 1m dan merupakan batu bekas panah Sultan Agung.

Petilasan Kuda Sembrani, Pada petilasan ini terletak di bawah batu panah dengan posisi miring. Pada batu ini terdapat empat buah tulang dari bawah ke atas dengan jarak masing-masing 40 cm garis tengah lubang 10 cm. Pada bagian atas sisi kanan terdapat seperti kubangan sedalam 10 cm dengan lebar 75 cm. (more…)

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Goa Jepang, Bunker Pertahanan Jepang Masa Perang Dunia II

Posted on April 18, 2008. Filed under: obyek wisata | Tags: , , |

Goa ini berada di dusun Ngreco, dan Poyahan, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong. Gua Jepang merupakan peninggalan Perang Dunia II. Sebagai sarana pertahanan militer di zaman Jepang pada tahun 1942-1945, terutama setelah Jepang mempertahankan diri dari kedatangan sekutu di Indonesia .

Gua Jepang ini dibangun untuk memenuhi keperluan perang gerilya karena Jepang memperkirakan bahwa tentara sekutu akan datang melewati laut selatan dan mendarat di sekitar pantai Parangtritis. Di gua ini di temukan 18 bangunan bunker yang sebagian besar masih dalam keadaan utuh. Bentuk bunker tersebut beranekaragam, serta mempunyai fungsi yang berlainan pula, misalnya sebagai tempat pengintaian, ruang tembak, ruang pertemuan, gudang dan dapur. Ketebalan dinding rata-rata 50-70 cm , dari bahan beton bertulang, semen dan batu padas yang sudah tersedia di sekitarnya. Bunker-bunker tersebut dibangun saling berdekatan (30 m), serta dihubungkan dengan parit perlindungan yang berada di luar setinggi (1 m).

Sumber

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Makam Giriloyo

Posted on April 18, 2008. Filed under: obyek wisata | Tags: , , , |

Kompleks makam Giriloyo, Berada di Cengkehan, Wukirsari Imogiri. Makam Giriloyo merupakan peninggalan masa Islam sekitar abad 17 M dan sampai saat ini masih dikeramatkan oleh masyarakat. Tokoh yang dimakamkan disini yaitu Pangeran Juminah. Beliau adalah Paman Sultan Agung.

Pada mulanya makam ini dipersiapkan bagi makam Sultan Agung beserta keluarganya, tetapi yang di makamkan pertamakali adalah Pangeran Juminah, maka Sultan Agung membatalkan dan kemudian makam dirinya dipindah ke Pajimatan Imogiri. Komplek makam Giriloyo terbagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu : sisi barat, timur dan makam di luar pagar keliling. Makam sisi barat dan timur dikelilingi pagar tembok setinggi 1,5 m dengan tebal 0,80 m . Pagar keliling berdiri diatas talud yang terbuat dari batu putih. (more…)

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Pleret, Petilasan Keraton Mataram Kerta

Posted on April 18, 2008. Filed under: obyek wisata | Tags: , , , |

Karta, Kerta, atau Charta adalah nama sebuah dusun di wilayah Kalurahan Plered, Kecamatan Plered, kurang lebih 4 kilometer arah selatan dari Kotagede. Karta dulunya adalah sebuah nama kompleks Keraton Mataram setelah Mataram Kotagede.

Keraton Mataram Karta dibangun oleh Sultan Agung. Waktu pembangunan keraton ini tidak diketahui dengan pasti. Akan tetapi mengingat Sultan Agung naik tahta sekitar tahun 1614-an, maka pada abad itulah kira-kira Karta dibangun. Ketika pembangunan Keraton Kerta dilakukan, Sultan Agung untuk sementara masih tinggal di dalam keraton ayah dan neneknya, yaitu di Kotagede.

Peninggalan-peninggalan Keraton Kerta dapat dikatakan sangat minim. Peninggalan yang minim itu pun tidak begitu banyak membantu untuk memperkirakan bagaimanakah kira-kira bentuk Keraton Kerta pada zamannya.

Benda peninggalan yang dapat ditemukan di sana hanya berupa dua buah umpak/alas tiang yang terbuat dari batu andesit, sisa batuan berbentuk persegi yang diduga merupakan salah satu komponen batur. Umpak tersebut berbentuk prisma terpancung. Jumlah umpak tersebut semula adalah empat buah. Satu buah dibawa ke Taman Sari Yogyakarta dan digunakan sebagai alas tiang/umpak Masjid Saka Tunggal yang ada di kompleks Taman Sari Yogyakarta. (more…)

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Makam Imogiri, Komplek Makam Raja-Raja Mataram

Posted on April 18, 2008. Filed under: obyek wisata | Tags: , , , |

Makam Imogiri merupakan komplek makam bagi raja-raja Mataram dan keluarganya. Kompleks ini berada di Ginirejo Imogiri. Makam ini didirikan oleh Sultan Agung antara tahun 1632 – 1640M merupakan bangunan milik keraton kasultanan.

Raja Mataram yang pertama dimakamkan di Imogiri yaitu Sultan Agung Hanyokrokusumo. Beliau yang memutuskan bahwa Imogiri menjadi makamnya kelak setelah beliau wafat. Hingga saat ini Raja Kasultanan Yogyakarta dan Surakarta yang wafat dimakamkan di sini. Musim liburan banyak wisatawan lokal berkunjung ke Makam Imogiri selain berziarah sambil menikmati pemandangan yang indah pegunungan selatan Yogyakarta. Pada bulan Soro menurut kalender jawa dilaksanakan upacara pembersihan “nguras” Padasan Kong Enceh. (more…)

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

« Previous Entries

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...